Di Aceh Seluas 30 Ribu Hektare Tambak Budidaya Terdampak Banjir

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menko Pangan Zulkifli Hasan meninjau lokasi tambak terdampak banjir di Kabupaten Bireun, Aceh pada Jumat 9 Januari 2026. KKP mengidentifikasi jumlah luasan tambak rusak di Aceh imbas banjir besar menjelang akhir tahun 2025 mencapai 30 ribu hektare. Dok. KKP

RADAR BINTAN, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengidentifikasi sekitar 30 ribu hektare tambak budidaya perikanan rusak imbas banjir besar yang melanda Aceh beberapa waktu lalu.

Kerusakannya bervariasi, mulai rusak ringan hingga rusak sangat berat. Sehingga mengakibatkan lebih dari 30 ribu pembudidaya mengalami kerugian.

Identifikasi itu diungkapkan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat meninjau lokasi budidaya terdampak banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis 8 Januari 2026

“Tidak hanya di Pidie Jaya, yang dilaporkan seluruh Aceh ada sekitar 30 ribu hektare,” ungkap Menko Zulhas melalui siaran pers KKP, Kamis 8 Januari 2026.

Selain di Pidie Jaya, Menko Zulhas bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono hari ini, Jumat 9 Januari 2026 juga meninjau lokasi budidaya perikanan terdampak di Kabupaten Bireun, dan Aceh Utara.

Menteri Trenggono merinci, tambak yang mengalami kerusakan imbas banjir terjadi di 16 kabupaten/kota di Aceh. Kabupaten Aceh Utara menjadi yang paling terdampak dengan luasan lebih dari 10 ribu hektare disusul Kabupaten Bireun (4,9 ribu hektare) dan Aceh Tamiang (3,4 ribu hektare).

Baca juga:  GTRA Summit 2023 Sukses, Ansar Ahmad Diganjar Penghargaan dari Kementerian ATR/BPN

Tambak-tambak rusak berada di wilayah daratan dan juga pesisir dengan komoditas yang dikembangkan seperti udang, bandeng, kakap, kerapu, lele, nila, mas, serta patin.

“Kami sudah melakukan identifikasi. Tambak terdampak yang rusaknya sangat berat ada sekitar 300an hektare, sisanya didominasi kerusakan ringan hingga berat” ungkap Menteri Trenggono.

Sebagai informasi, tambak rusak imbas banjir besar disertai longsor beberapa waktu lalu menimpa hampir seluruh wilayah Aceh. Tingkat kerusakan bervariasi bahkan sampai ada yang rata dengan tanah karena tergenang lumpur yang dibawa banjir.***