RADAR BINTAN, Kota Tanjungpinang – Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), Senin 2 Februari 2026.
Peluncuruan ASRI itu bertepatan dengan Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor.
Program tersebut mendapat dukungan penuh dari seluruh Kepala Daerah di Indonesia, termasuk Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah.
Dikutip dari laman Diskominfo Tanjungpinang, Darmansyah menegaskan Pemerintah Kota Tanjungpinang siap mendukung Gerakan Indonesia ASRI.
Menurut Lis, Kota Tanjungpinang memiliki teknologi pengelolaan limbah yang mengubah sampah tidak terdaur ulang menjadi energi bermanfaat atau Waste to Energy
Antara lain katanya, Tanjungpinang telah memiliki mesin pengolahan sampah yang mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak atau lebih dikenal dengan Waste to energy.
“Kita siap mengubah sampah plastik, yang susah terdaur ulang menjadi sumber energi terbarukan. Sudah kita uji coba, hasilnya dinyatakan aman dan layak guna, “ungkap Lis, usai mengikuti Rakornas tersebut.
Dikatakan Lis, UPTD Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang telah memproduksi bahan bakar minyak dari sampah plastik.
Bahan bakar yang dihasilkan dari destilasi sampah plastik tersebut sebutnya, menghasilkan solar, minyak tanah, dan premium.
Ia merinci secara detail, dari 10 kg sampah plastik jenis PE, seperti plastik kemasan minyak goreng, menghasil 6 sampai 7 liter bahan bakar minyak. Lengkapnya, 3 liter solar, 2 liter minyak tanah, dan 2 liter premium.
“Apa yang disampaikan Bapak Presiden, sebenarnya telah kita mulai. Bagaimana kita mampu mengolah sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Terlebih sampah plastik yang puluhan tahun baru bisa terdaur ulang secara alami, “ungkapnya.
Produksi solar yang dihasilkan, bahkan telah diuji labor di Sucofindo. Hasilnya dinyatakan dapat digunakan untuk mesin diesel, dengan tingkat oktan 92.
“Seluruh ASN Tanjungpinang, kini memiliki jadwal gotong royong lingkungan. Artinya, kita siap mendukung dan telah melaksanakan apa yang diarahkan oleh Presiden, “sebut Lis.
“Saat ini kita tinggal meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar dari sampah. Bukan tidak mungkin produksi unit pengolahan sampah itu kita perluas, dan menjadi bahan bakar alternatif, “tambah Lis.
Sebelumnya, permasalahan sampah menjadi atensi Presiden RI Prabowo Subianto. Seluruh kepala daerah, diminta untuk melakukan upaya-upaya penanggulangan dan pemanfaatan sampah.
Hal itu disampaikan Prabowo pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah yang diikuti oleh seluruh kementerian dan lembaga, unsur TNI/Polri, Kejaksaan, BPS, dan kepala daerah se-Indonesia.
Prabowo juga minta agar daerah mampu menghidupkan kembali budaya gotong royong kebersihan lingkungan. Hingga faktor kebersihan lingkungan, mampu mendukung iklim pariwisata.***










