BPMP Kepri Salurkan Donasi Rp116 Juta Untuk Pemulihan Pendidikan Paska Bencana di Sumatera

Kepala BPMP Kepri Warsita disampingi Ketua Tim SPAB BPMP Kepri, Yuswandi menyerahkan bantuan dukungan operasional sekolah masa tanggap darurat, paket makanan tambahan dan vitamin, perlengkapan sekolah (school kit). Dok BPMP Kepri

RADAR BINTAN, Kabupaten Bintan – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Riau menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp116 juta untuk mendukung pemulihan layanan pendidikan pascabencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata BPMP Kepri terhadap program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam menjamin keberlangsungan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana.

Penggalangan donasi dikoordinasikan oleh Tim Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) BPMP Kepri sejak akhir November 2025. Dana yang berhasil dihimpun berasal dari partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau, dan telah disalurkan pada tahap pertama ke sejumlah lokasi terdampak.

Kepala BPMP Provinsi Kepulauan Riau, Warsita, S.S., M.Pd., menegaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian bersama untuk memastikan hak peserta didik tetap terpenuhi di tengah situasi darurat.

“Bencana tidak boleh memutus hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan. Bantuan ini kami salurkan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kemanusiaan, sekaligus upaya memastikan satuan pendidikan terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalankan pembelajaran dengan aman,” ujar Warsita.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Kepala BPMP Kepri bersama Ketua Tim SPAB BPMP Kepri, Yuswandi, dengan menyasar satuan pendidikan, peserta didik, serta titik-titik pengungsian.

Sebelumnya, pada 7 Desember 2025, Kepala BPMP Kepri melakukan koordinasi dan pemantauan awal kondisi peserta didik terdampak di Sumatra Utara serta berkoordinasi intensif dengan Tim SPAB Nasional untuk memetakan kebutuhan di Aceh dan Sumatra Barat.

Selanjutnya, pada 18 Desember 2025, Kepala BPMP Kepri bersama Ketua Tim SPAB melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana di Sumatra Utara dan Aceh guna memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Warsita menambahkan bahwa amanah para donatur difokuskan pada pemulihan layanan pendidikan secara menyeluruh, baik dari aspek sarana, pembelajaran, maupun kondisi psikososial peserta didik.

“Kami tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga memberikan pendampingan dan layanan trauma healing agar anak-anak terdampak dapat pulih secara mental dan emosional. Pendidikan harus tetap hadir, meskipun dalam kondisi darurat,” tegasnya.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi dukungan operasional sekolah masa tanggap darurat, paket makanan tambahan dan vitamin, perlengkapan sekolah (school kit) berupa seragam, sepatu, buku, dan tas, santunan bagi anak yatim dan piatu, alat permainan edukatif, buku penunjang pembelajaran, layanan trauma healing, serta pembelian dan pendirian tenda darurat sekolah.

Sebagai bagian dari intervensi lapangan, BPMP Kepri bersama Tim SPAB juga memberikan dukungan teknis di sekolah dan titik pengungsian, antara lain penyediaan akses internet melalui Starlink untuk mengatasi keterbatasan sinyal, pengadaan genset dan bahan bakar (BBM), serta dukungan logistik lainnya guna menunjang proses pembelajaran darurat.

Selain itu, BPMP Kepri menyalurkan bantuan operasional sekolah masa tanggap darurat berupa dana tunai dengan nominal Rp10 juta untuk TK dan SD, Rp15 juta untuk SMP, serta Rp20 juta untuk SMA/SMK dan SLB. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu satuan pendidikan tetap menjalankan layanan pembelajaran di tengah kondisi kedaruratan.

Hingga saat ini, Tim SPAB BPMP Kepri telah mendistribusikan sekitar 400 paket bantuan berupa goodie bag makanan tambahan dan school kit di sejumlah sekolah dan titik pengungsian. Dalam pelaksanaannya, BPMP Kepri juga mendapat dukungan dari BPMP Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Sumatra Utara, khususnya dalam pendampingan peserta didik yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Warsita menegaskan bahwa seluruh aksi kemanusiaan tersebut dilaksanakan dalam satu garis koordinasi nasional SPAB di bawah Kemendikdasmen.

“Kami bergerak dalam satu alur kerja bersama Kemendikdasmen sebagai koordinator nasional SPAB, berkolaborasi dengan BPMP dan SPAB di Aceh, Sumbar, Sumut, Kepri, Jawa Timur, Lampung, NTB, Jawa Barat, hingga Kalimantan Utara. Sinergi ini penting agar bantuan tepat sasaran dan berdampak nyata,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, berdasarkan Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 916/Sipers/A6/XII/2025, Kemendikdasmen hingga kini telah menyalurkan bantuan berupa tenda darurat, 1.005 school kit, serta bantuan dana pendidikan dengan total nilai Rp450 juta. Bantuan tersebut disalurkan ke Kota Subulussalam sebesar Rp215 juta untuk 28 satuan pendidikan dan ke Kabupaten Aceh Singkil sebesar Rp235 juta untuk 24 satuan pendidikan.

Melalui aksi solidaritas ini, BPMP Kepri menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam situasi kebencanaan dan mendukung terwujudnya satuan pendidikan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.***

Exit mobile version